Sel Darah Putih (Leukosit)

Tahukah kalian apa itu Sel Darah Putih?

Sel darah putih (leukosit) merupakan bagian sel darah yang berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh. Dalam menjalankan tugasnya, leukosit adakalanya keluar dari pembuluh darah untuk menyerang mikrob patogen, seperti bakteri, virus dan jamur. Peristiwa keluarnya leukosit dari pembuluh darah disebut diapedesis.

Jumlah leukosit lebih sedikit dibanding dengan eritrosit. Leukosit memiliki ciri yang berbeda dengan erotrosit, misalnya sel transparan, tidak memiliki hemoglobin, dan dapat bergerak ameboid.

Leukosit dapat dibedakan atas leukosit granulasit dan leukosit agranulasit. Leukosit granulasit merupakan kelompok leukosit yang memiliki granula di dalam selnya. Granula tersebut sebenarnya adalah suatu lisosom yang berisi enzim-enzim pencernaan untuk merusak partikel-partikel yang ditelan secara fagositosis. Fagositosis merupakan salah satu mekanisme untuk melawan serangan penyakit yang disebabkan oleh mikrob. Leukosit granulasit meliputi neurofil, eosinofil, dan basofil. Leukosit agranulasit merupakan kelompok leukosit tanpa granula. Leukosit agranulasit  terdiri atas limfosit dan monosit.

 Leukosit

Gambar : Jenis-Jenis Sel Darah Putih

Neurofil merupakan sel yang paling banyak di antara sel-sel leukosit lainnya, yaitu sekitar 60 sampai 70 %. Pada saat terjadi infeksi, misalnya oleh bakteri, jumlah neurofil menjadi meningkat mencapai 10.000 samapai 15.000 atau 20.000 sel per mm². Selanjutnya, sel-sel neurofil akan bergerak menerobos  dinding pembuluh darah dan menyerang bakteri (memakannya). Peristiwa meningkatnya jumlah neurofil disebut leukositas.

Eosinofil berjumlah sekitar 2 atau 3 % dari jumlah leukosit. Jumlah eosinofil meningkat  terutama untuk beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh alergi dan parasit, seperti penyakit cacing tambang dan trikinosis.

Basofil berjumlah sekitar 0,5 sampai 1 % dari jumlah leukosit. Basofil memiliki zat antibeku yang disebut heparin. Heparin berfungsi sebagai pencegah pembekuan darah di dalam pembuluh darah.

Neurofil, eosinofil, dan basofil dibuat di sumsum tulang. Neurifil bersifat fagositosis, sedangkan eosinofil dan basofil adalah non-fagositosis.

Limfosit merupakan sel-sel leukosit kedua terbanyak setelah neurofil, yaitu sekitar 20 sampai 25 % dari seluruh jumlah leukosit. Limfosit dibedakan atas limfosit B dan limfosit T.  Limfosit B merupakan limfosit yang berasal dari sumsum tulang dan matang di sana. Limfosit B berfungsi untuk pembentukan antibodi. Limfosit T juga berasal dari sumsum tulang, tetapi kemudian pindah ke timus dan mengalami pematangan di sana.

Monosit merupakan sel-sel leukosit yang berukuran paling besar dibanding sel-sel leukosit lainnya. Sel ini dapat bergerak seperti ameba dengan menjulurkan kaki palsunya dan membungkus serpihan jaringan yang disebabkan oelh infeksi , sel yang sudah tua, dan patogen lainnya.

Previous  Next

Home

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s