Materi Sistem Peredaran Darah Manusia

Oleh     : Khusnul Amilatus Solikhah

Kelas   : PGSD A-Pagi/Semester 5

NIM     : 108620600095

Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kelas V/Semester 1

Standar Kompetensi :

  1. Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan.

Kompetensi Dasar :

1.4 Mengidentifikasi organ peredaran darah manusia.

Tujuan Pembelajaran :

  1. Peserta didik mampu Mendeskripsikan organ-organ peredaran darah manusia.
  2. Peserta didik mampu Menjelaskan sistem peredaran darah manusia.

Petunjuk Belajar :

  1. Bacalah materi yang tersaji dengan baik!
  2. Perhatikan setiap petunjuk yang tersedi!
  3. Kerjakan latihan soal yang tersedia!

Sekarang kita mulai belajar ya………!

“Sistem Peredaran Darah”

1. Organ-Organ Peredaran Darah

a. Darah

1) Plasma Darah

2) Sel Darah

(a) Sel Darah Merah (Eritrosit)

(b) Sel Darah Putih (Leukosit)

(c) Keping Darah (Trombosit)

3)Golongan Darah

b. Jantung

c. Pembuluh Darah

2. Sistem Peredaran Darah

a. Peredaran Darah Kecil

b. Peredaran Darah Besar

3. Latihan Soal

4. Cara mengajarkan materi ini. Lihat di sini
 
 
Darah
Gambar : Animasi Darah
 
 Next

Darah

Tahukah kalian apa itu darah?

Darah merupakan suatu jaringan yang kompleks. Di dalam tubuh manusia terdapat sekitar 5 liter darah. Darah tampak berwarna merah cemerlang jika mengandung banyak oksigen dan berwarna merah kebiruan jika mengadung sedkit oksigen.

Darah tersusun dari plasma darah dan sel-sel darasel darah. Plasma darah meliputi 55 % dari seluruh bagian darah, sedangkan 45 % sisanya berupa sel-sel darah.

Darah

Gambar : Komposisi Darah

Next

Home

Plasma Darah

Tahukah kalian apa itu Plasma Darah?

Plasma darah merupakan komponen yang berupa cairan yang berwarna kuning muda. Sebagiana besar dari plama darah berupa air (sekitar 95 %) yang di dalamnya terdapat berbagai substansi terlarut, antara lain berupa protein, glukosa, lemak, dan garam-garam mineral.

plasma darah

Gambar : Plasma Darah

Di dalam plama darah terdapat protein penting, seperti albumin, glabulin dan fibrinogen. Albumin berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik di dalam darah. Globulin berfungsi untuk membentuk zat antibodi sehingga tubuh kebal terhadap serangan penyakit. Fibrinogen merupakan komponen protein yang berfungsi untuk pembekuan darah.

Di dalam plasma darah, garam sangat berguna untuk berbagai tujuan. NaCl (garam dapur), misalnya, berguna untuk melarutkan protein. Protein dapat bekerja malakukan fungsinya jika berada dalam bentuk terlarut. Beberapa garam lainnya berfungsi untuk menjaga pH darah tidak berubah.

Previous  Next

Home

Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit

Gambar : Sel Darah Merah

Tahukah kalian apa itu Sel Darah Merah?

Sel darah merah (eritrosit) merupakan komponen yang paling banyak di antara unsur-unsur pembentuk darah. Eritrosit berfungsi untuk mengangkut oksigen ke sel-sel seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida ke paru-paru. Setiap eritrosit mengandung sekitar  250 juta hemeoglobin.

Hemoglobin adalah suatu senyawa yang dibentuk dari unsur besi berisikan zat pewarna  yang disebut heme dan protein yang disebut globulin. Hemoglabin dikenal memiliki afinitas (daya ikat) yang tinggi terhadap oksigen, sehingga membentuk suatu senyawa tidak stabil yang disebut oksihemoglobin. Eritrosit memiliki cakram bikonkaf atau cekung pada kedua sisinya. Eritrosit tidak memiliki inti dan berukuran sangat kecil atau berdiameter sekitar 7 sampai 8 mm.

Previous  Next

Home

Sel Darah Putih (Leukosit)

Tahukah kalian apa itu Sel Darah Putih?

Sel darah putih (leukosit) merupakan bagian sel darah yang berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh. Dalam menjalankan tugasnya, leukosit adakalanya keluar dari pembuluh darah untuk menyerang mikrob patogen, seperti bakteri, virus dan jamur. Peristiwa keluarnya leukosit dari pembuluh darah disebut diapedesis.

Jumlah leukosit lebih sedikit dibanding dengan eritrosit. Leukosit memiliki ciri yang berbeda dengan erotrosit, misalnya sel transparan, tidak memiliki hemoglobin, dan dapat bergerak ameboid.

Leukosit dapat dibedakan atas leukosit granulasit dan leukosit agranulasit. Leukosit granulasit merupakan kelompok leukosit yang memiliki granula di dalam selnya. Granula tersebut sebenarnya adalah suatu lisosom yang berisi enzim-enzim pencernaan untuk merusak partikel-partikel yang ditelan secara fagositosis. Fagositosis merupakan salah satu mekanisme untuk melawan serangan penyakit yang disebabkan oleh mikrob. Leukosit granulasit meliputi neurofil, eosinofil, dan basofil. Leukosit agranulasit merupakan kelompok leukosit tanpa granula. Leukosit agranulasit  terdiri atas limfosit dan monosit.

 Leukosit

Gambar : Jenis-Jenis Sel Darah Putih

Neurofil merupakan sel yang paling banyak di antara sel-sel leukosit lainnya, yaitu sekitar 60 sampai 70 %. Pada saat terjadi infeksi, misalnya oleh bakteri, jumlah neurofil menjadi meningkat mencapai 10.000 samapai 15.000 atau 20.000 sel per mm². Selanjutnya, sel-sel neurofil akan bergerak menerobos  dinding pembuluh darah dan menyerang bakteri (memakannya). Peristiwa meningkatnya jumlah neurofil disebut leukositas.

Eosinofil berjumlah sekitar 2 atau 3 % dari jumlah leukosit. Jumlah eosinofil meningkat  terutama untuk beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh alergi dan parasit, seperti penyakit cacing tambang dan trikinosis.

Basofil berjumlah sekitar 0,5 sampai 1 % dari jumlah leukosit. Basofil memiliki zat antibeku yang disebut heparin. Heparin berfungsi sebagai pencegah pembekuan darah di dalam pembuluh darah.

Neurofil, eosinofil, dan basofil dibuat di sumsum tulang. Neurifil bersifat fagositosis, sedangkan eosinofil dan basofil adalah non-fagositosis.

Limfosit merupakan sel-sel leukosit kedua terbanyak setelah neurofil, yaitu sekitar 20 sampai 25 % dari seluruh jumlah leukosit. Limfosit dibedakan atas limfosit B dan limfosit T.  Limfosit B merupakan limfosit yang berasal dari sumsum tulang dan matang di sana. Limfosit B berfungsi untuk pembentukan antibodi. Limfosit T juga berasal dari sumsum tulang, tetapi kemudian pindah ke timus dan mengalami pematangan di sana.

Monosit merupakan sel-sel leukosit yang berukuran paling besar dibanding sel-sel leukosit lainnya. Sel ini dapat bergerak seperti ameba dengan menjulurkan kaki palsunya dan membungkus serpihan jaringan yang disebabkan oelh infeksi , sel yang sudah tua, dan patogen lainnya.

Previous  Next

Home

Keping Darah (Trombosit)

Pernahkah bagian tubuh kalian terluka dan mengeluarkan darah?

Apakah darah tersebut keluar terus menerus? Tentu tidak bukan. Beberapa waktu setelah darah kaluar, maka darah tersebut akan berhenti keluar.

Tahukah kamu mengapa darah dari lukamu berhenti keluar? Darah dari lukamu berhenti keluar, karena dalam darahmu terdapat Keping Darah (Trombosit) yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.

Keping darah (trombosit) merupakan bagian darah yang berukuran paling kecil dan memiliki bentuk bulat atau oval. Jumlah trombosit di dalam tubuh berkiasar antara 200.000 samapai 500.000 sel per mm² darah. Trombosit dibuat di dalam sumsum tulang khusus yang disebut megakarosit.

Darah-trombosit

Gambar : Keping Darah

Trombosit berperan dalam pembekuan darah saat terjadi luka pada tubuh, yaitu dengan cara membentuk jaringan penutup kebocoran dan melakukan perbaikan terhadap jaringan yang rusak pada pembuluh darah.

Proses pembekuan darah terjadi ketika pada permukaan jaringan tubuh yang luka trobosit pecah sehingga membebaskan enzim trombokinase. Enzim ini bersama ion kalsium dan vitamin K akan bereaksi dengan protombin untuk menghasilkan trombin. Selanjutnya, trombin akan bereaksi dengan fibrinogen untuk menghasilkan fibrin (suatu anyaman serat-sarat protein).

Previous  Next

Home

Golongan Darah

Golongan darah manusia terdapat empat macam, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.

Penahkah kalian mendengar orang yang sakit karena kehabisan darah? Orang tersebut harus mendapat tranfusi darah.

Tahukah kalian apa itu tranfusi darah?

Transfusi darah adalah suatu proses pemberian darah dari seseorang ke oarang lain. Dalam hal ini, orang yang bertindak sebagai pemberi disebut donor, sedangkan penerima disebut resipien.

Berikut ini adalah gambar tranfusi darah :

transfusi-darah

Gambar : Tansfusi Darah

Dalam proses transfusi , seseorang dapat mendonorkan darahnya kepada resipien bergolongan darah yang sama. Namun pada kondisi tertentu seseorang bergolongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada resipien bergolongan darah apapun. Sebaliknya, seorang resipien bergolongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongan.

Berikut ini adalah macam-macam golongan darah manusia :

1. Golongan Darah A

Orang yang bergolongan darah A, dapat menerima darah dari golongan darah A dan O dan mendonorkan darah ke golongan darah A dan AB.

2. Golongan Darah B

Orang yang bergolongan darah B, dapat menerima darah dari golongan darah B dan O dan mendonorkan darah ke golongan darah B dan AB.

3. Golongan Darah AB

Orang yang bergolongan darah AB, dapat menerima darah dari semua golongan darah, namun hanya dapat mendonorkan darah ke golongan darah AB saja.

4. Golongan Darah O

Orang yang bergolongan darah O, dapat menerima darah dari semua golongan dan mendonorkan darah ke semua golongan darah.

Previous  Next

Home

Jantung

Tahukah kamu tentang organ tubuh jantung?

th_jantung-gif

Gambar : Jantung

Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar satu kepalan tangan. Jantung terletak di dalam rongga dada bagian kiri. Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu atrium (serambi) kanan, ventrikel (bilik) kanan, atrium (serambi) kiri, dan ventrikel (bilik) kiri.

Darah-jantung

Gambar : Jantung

Tahukah kamu, masing-masing ruang dalam jantung memiliki fungsi yang berbeda?

  1. Atrium kanan merupakan ruang jantung yang berfungsi menerima darah (miskin oksigen) dari seluruh jaringan tubuh.
  2. Ventrikel kanan bertugas memompa darah keluar dari jantung menuju paru-paru.
  3. Atrium kiri menerima darah (kaya oksigen) dari paru-paru yang kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri.
  4. Ventrikel kiri bertugas memompa darah (kaya oksigen) dari jantung keseluruh tubuh.

Previous  Next

Home